block4
pnpmleles
SEO BLOG & TEMPLATES
pnpmleles
CB Magazine »
berita pnpm
,
pnpmleles
»
Jurnalisme Warga untuk Pemberdayaan Masyarakat
Jurnalisme Warga untuk Pemberdayaan Masyarakat
Posted by CB Magazine on Wednesday, May 8, 2013 |
berita pnpm,
pnpmleles
SPTR Kalteng , “Pelatihan Citizen Journalism ini sangat baik. Pengetahuan dan keterampilan yang kita peroleh selama pelatihan bukan hanya dapat diterapkan untuk pengembangan Citizen Journalism, tetapi juga dalam pekerjaan pemberdayaan masyarakat di lapangan,” kata Erwansyah, Koordinator Fasilitator Kabupaten untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Kabupaten Kapuas.
Sekretariat Bersama (Sekber) REDD+ Kalimantan Tengah bekerjasama dengan PNPM-MP Kalimantan Tengah menyelenggarakan Pelatihan Citizen Journalism (CJ) atau Jurnalisme Warga di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada 5 -9 November 2012. Hadir 132 peserta perwakilan Kepala Desa, Aparat Pemerintahan Desa, dan Tim Serbu Api (TSA) dari 15 Desa/Kelurahan di 5 Kabupaten di Kalimantan Tengah. Peserta juga berasal dari perwakilan masyarakat dan fasilitator PNPM-MP dari Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.
Pelatihan dibagi dalam 2 kategori. Kategori pertama untuk pengelola sistem CJ pada 5 November 2012, dihadiri oleh 20 peserta dari PNPM/Pokja Ruang Belajar Masyarakat (RBM) dan Staf Sekber REDD+. Kategori kedua adalah pelatihan Information Broker yang dibagi ke dalam 2 tahapan (batch). Tahapan 1 dihadiri 54 peserta dari 15 desa CBFFM (Community-based Forest Fire Management). Tahapan 2 dihadiri 58 peserta dari organ-organ PNPM-MP Provinsi Kalimantan Tengah, dan dari Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.
Erwansyah menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan nilai tambah dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Salah satu yang penting dari pelatihan ini adalah bagimana seorang information broker atau jurnalis warga membuat pengamatan dan laporan berdasarkan fakta, bukan kesimpulan atau opini pribadi. “Biarkan pembaca yang menyimpulkan fakta-fakta yang kita sampaikan,” ujar Erwansyah.
“Pelatihan Citizen Journalism ini membuat kami mengerti bagaimana melaporkan fakta. Saya akan melaporkan kalau ada kejadian kebakaran hutan dan lahan, agar koordinasi penanganan kebakaran berlangsung lebih baik di lapangan,” kata I Wayan Bimo Seno, peserta dari Tim Serbu Api Kelurahan Bukit Tunggal Palangka Raya.
Sementara itu, peserta lain, Sulastri, anggota Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Kahayan Hilir, Pulang Pisau, terkesan dengan diskusi kelompok kecil untuk membahas beberapa kasus. Diskusi tersebut untuk memutuskan kasus yang layak untuk diberitakan. “Ini benar-benar melatih kami untuk mengetahui mana berita yang penting dan sesuai fakta melalui observasi yang benar,” ujar Sulastri.
Pelatihan ini rupanya menghadapi kendala. Ada peserta yang mengeluh tidak dapat menyampaikan berita ke sistem CJ karena sinyal telepon seluler yang buruk. Rena dari KPMD Perempuan Desa Tambak Bajai Kecamatan Dadahup, Pulang Pisau, mengeluh, “Sinyal di desa kami buruk, jadi kami sulit mengirim berita dari sana”.
Kegiatan yang dibuka Kepala Sekber REDD+ Kalimantan Tengah, Mursid Marsono, menghadirkan narasumber dari BPMD Kalimantan Tengah, Redaktur Harian Tabengan, dan Pemimpin Redaksi Kalteng Pos. Pelatihan ini diawaki oleh wartawan senior yang kini bergelut dengan pengembangan Jurnalisme Warga, Harry Surjadi. Ia didampingi Yuventius Ivie dan Alim dari Ruai TV – Kalimantan Barat, dan Agus Triwanto dari Air Putih. Pelatihan ini juga dihadiiri dua peninjau, reporter Kendari TV dan Palu TV.
Dalam sambuatan pembukaan, Marsid Marsono menyampaikan pentingnya penyampaian informasi yang benar dari masyarakat untuk menunjang pembangunan. Menurut Mursid, informasi yang benar adalah informasi yang sesuai dengan fakta dan data. “Peran serta masyarakat dalam pengembangan informasi dan monitoring kegiatan pembangunan sangat penting. Masyarakat dipersilakan menyampaikan berita positif maupun negatif, asalkan sesuai dengan fakta dan data yang benar”, ungkap Mursid.
Peserta pelatihan pengelola sistem CJ mendapatkan materi terkait manajemen pengelolaan system CJ, pengelolaan sistem Frontline SMS sebagai sistem pendukung pengembangan CJ. Merekalah yang akan bertanggungjawab sebagai pengelola sistem CJ. Sedangkan peserta pelatihan information broker diharapkan menyampaikan laporan atau berita lewat pesan singkat untuk disebarkan ke publik. Mereka mendapatkan materi mengenai tanggung jawab dan batasan informasi yang dapat disampaikan oleh masyarakat.
homepage-slider
pnpmleles
Top 5 Popular of The Week
-
INILAH, Cianjur – Sebanyak 8 kecamatan di Kabupaten Cianjur mendapatkan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Genera...
-
Dengan berfokus utama pada proses, yaitu bagaimana pembangunan daerah direncanakan dan dikelola oleh masyarakat, bukan pada apa yang aka...
-
TENTANG PNPM MANDIRI-PERDESAAN 1. DEFINISI ISTILAH a. PENGANTAR Ketika para konsultan dan fasilitator PNPM Mandiri (k...
-
Kembali kearifan lokal melalui muatan budaya, norma dan tata-cara adat dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan, sebagaimana terlih...
-
Pada tahun ini, tahapan program fisik hampir 100% bahkan untuk beberapa desa sudah 100%, seperti desa pusakasari,sirnasari,sukajaya,puraba...
-
Jarak puluhan kilometer harus ditempuh setiap hari oleh seorang pelajar,hanya untuk datang sekolah dengan kondisi jalan dan jembatan yang...
-
Salam SI KOMPAK!! Pada tanggal 4 Februari 2014 Kecamatan Leles telah melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musren...

No comments: