, , ,

    Salam Sikompak!!


    Tim Kecamatan Leles yang terdiri dari PJOK Kecamatan Leles (Bp. Mumuh Gunawan), Ketua UPK Leles (Fedi Ferdiasyah , SE), Bendahara (Suryadi, SE), dan staff UPK serta Fasilitator Kecamatan (S. Yuswondo, ST), dan kelembagaan (Tim Verifikasi Perguliran), (Bp-UPK) pada hari selasa tanggal 27 Mei 2014 melakukan silaturahmi dan monitoring rutin ke beberapa desa di Kecamatan Leles Kabupaten Cianjur.

    Salah satu desa yang mendapatkan kunjungan yaitu desa Sukajaya, kunjungan ini dimaksudkan untuk monitoring pemeliharaan kegiatan fisik TA 2013 serta kegiatan SPP yang ada di Desa Sukajaya, di hari libur tersebut kami tim Kecamatan di sambut oleh Bapak Kepala Desa Sukajaya (BP. Kusnadi) dan TPK (Bp. Ade)














    , , ,

    Salam Si Kompak!!

    Kami dari admin PNPM Leles memohon maaf kepada semua teman-teman pengunjung web kami, selama beberapa bulan ini kami tidak dapat memposting berita-berita tentang kegiatan di Kecamatan kami sehubungan adanya kendala dengan jaringan internet kami.

    Dengan adanya beberapa perbaikan yang telah dilakukan Insya Allah, kami akan kembali aktif memposting berita-berita terbaru mengenai kegiatan PNPM MPD di Kecamatan Leles.

    Terima kasih atas perhatiannya


    ,

    Salam SI KOMPAK!!

    Pada tanggal 4 Februari 2014 Kecamatan Leles telah melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan yang bersamaan dengan Musyawarah Antar Desa (MAD) Penetapan Usulan PNPM MPD TA 2014. Kegiatan  ini di hadiri oleh Bapak Camat Kecamatan Leles, Tim Perwakilan dari BAPEDA Kabupaten Cianjur, Bapak Sekmat, Penanggung Jawab Operasional Kecamatan Leles, Para Kepala OPD Se Kecamatan Leles, Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), BP-UPK, Fasilitator Kecamatan, Fasilitator Teknis Kecamatan, Pengurus UPK Kec. Leles, Tim Verifikasi, Kepala Desa dari masing-masing Desa di Kecamatan Leles (12 Desa), BPD, LPM, dan para tokoh perempuan serta warga masyarakat kecamatan Leles lainnya turut hadir.

    Secara umum acara Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan yang bersamaan dengan Musyawarah Antar Desa (MAD) Penetapan Usulan PNPM MPD TA 2014 ini berlangsung tanpa ada gangguan yang serius, semua peserta mengikuti acara dengan penuh perhatian dan menyimak materi yang disampaikan terutama pada saat penetapan pendanaan desa dan penetapan sanksi yang berlaku pada program PNPM MPD.

    Kecamatan Leles pada tahun anggaran 2014 ini mendapatkan alokasi dana PNPM MPD sebesar Rp. 1,1 Miliar, dana tersebut dipandang sangat minim mengingat jumlah desa dan kebutuhan untuk pembangunan yang sangat besar karena sebagian besar desa di Kecamatan Leles masih cukup terisolir dan akses yang sulit karena desa-desa di kecamatan ini masih jalan tanah dan dengan medan yang sangat sulit.



    ,

    Salam Si Kompak!!
    Pada tanggal 8 Januari 2014 Kecamatan Leles Melaksanakan Musyawarah Antar Desa (MAD-3) Prioritas usulan, MAD Prioritas Usulan ini bertujuan membahas dan menyusun prioritas usulan kegiatan yang akan didanai oleh PNPM Mandiri Perdesaan. Penyusunan prioritas didasarkan atas kriteria kelayakan sebagaimana yang digunakan oleh TV dalam menilai usulan kegiatan. Penyusunan prioritas usulan-usulan SPP dilakukan secara terpisah sebelum penyusunan prioritas usulan-usulan desa lainnya. Selain penentuan prioritas usulan juga dilakukan evaluasi serta pemilihan pelaku – pelaku di tingkat kecamatan (anggota UPK dan pengurus BKAD). Agenda MAD – 3 Pembacaan Tatib Penjelasan Musyawarah Pembahasan sanksi lokal Menyusun dan menetapkan urutan atau peringkat usulan kegiatan dari tiap desa sesuai dengan skala prioritas yang telah disepakati. 
    Menetapkan jadwal MAD penetapan usulan usulan serta waktu penyelesaian pembuatan desain dan RAB. Pertanggung jawaban penggunaan dana operasional kegiatan. Memberikan umpan balik mengenai kualitas pendampingan Fasilitator Kabupaten, Fasilitator Kecamatan , PL dan pelaku-pelaku yang terlibat dalam PNPM Mandiri Perdesaan. Merumuskan prioritas usulan kegiatan desa yang akan didanai oleh PNPM Mandiri Perdesaan dan memberikan masukan untuk usulan kegiatan yang akan didanai oleh APBD. Pembacaan hasil kesepakatan Musyawarah oleh BKAD RKTL Penutup Secara umum pelaksanaan kegiatan MAD – 3 berjalan cukup baik dengan partisipasi seluruh perwakilan dari masing-masing Desa di Kecamatan Leles.

    , ,

    Harapan dan impian itu akan selalu hidup disetiap orang dan akan menjadi sebuah penyemangat untuk terus berusaha untuk mewujudkannya, mimpi dan harapan tentang kesejahteraan dan infrastruktur yang layak itu sebagian telah menjadi kenyataan, dengan adanya Program PNPM Mandiri Perdesaan. yang berada di kecamatan leles sejak tahun 2009 sebagian jalan telah selesai di kerjakan, sebagian jembatan telah di bangun dan miliyaran rupiah telah di salurkan untuk kelompok simpan pinjam, dan saat ini PNPM terasa berubah kearah yang lebih baik sesuai dengan prinsip PNPM Mandiri Perdesaan, namun terasa ada yang berbeda di tahun anggaran 2014 ini, sebagian impian dan harapan yang seakan-akan di depan mata akan terkubur dan semoga tidak akan sirna serta menghilangkan semangat pemberdayaan, anggaran dari APBN untuk kecamatan leles entah kenapa tak bisa kembali ketika tahun 2009 sebesar 3 milyar, dari taun 2010-2014 terus turun dan bertahan di angka 600 juta, entah apa yang menjadi sebab, RTM kah? atau jalan yang sudah bagus?.
    Padahal secara fakta yang ada di kecamatan leles jauh dari kenyataan, RTM yang masih banyak yang menurut data yang ada sebanyak 60% RTM di kecamatan leles, dan 70% jalan desa sebagian masih tanah dan batu serta 50% jembatan penghubung antar desa 50% masih menggunakan bambu dan jauh dari kelayakan ? 
    sementara dari APBD PNPM Cianjur untuk kecamatan terasa sangat spesial seperti dana cost sharing APBD tahun 2013 sebesar 485 juta bahkan untuk dana perbaikan infrastruk non PNPM sebesar 11 Milyar untuk pembangunan jalan protokol dan pembangunan 5 jembatan di 5 desa, secara asfek kemanfataan PNPM Mandiri sangatlah terasa dirasakan oleh masyarakat, karena usulan di lahirkan dan di usulkan oleh masyarakat.
    Harapan masyarakat di kecamatan leles untuk kembali merasakan anggaran APBN sebesar 3 milyar sangat sulit diwujudkan, dan kembali bertanya ADA APA DENGAN LELES ? apa yang menjadi sebab, dan alasan klasik adalah RTM ?????. 
    Kalau seandainya para penentu kebijakan anggaran bisa datang ke leles dan melihat secara fakta yang ada di lapangan, saya yakin mereka akan memberikan anggaran yang sesuai untuk kecamatan leles, namun apakah itu mungkin ?? dan kembali bertanya ADA APA DENGAN LELES ?
    Semoga Allah SWT menjawab setiap do'a dan harapan warga leles untuk merasakan infrastruktur yang memadai. 

    ,

    Jarak puluhan kilometer harus ditempuh setiap hari oleh seorang pelajar,hanya untuk datang sekolah dengan kondisi jalan dan jembatan yang jauh dari kategori layak di sepanjang jalan Desa Nagasari Kecamatan Leles menuju sekolah yang berada di kota kecamatan, dan ini menjadi sebuah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Program Nasional Mandiri Perdesaan Kecamatan Leles yang juga menjadi harapan masyarakat di desa nagasari khusus kecamatan leles, yang notabene masih banyak infrastruktur jalan,jembatan,sekolah yang masih jauh dari kategori layak, harapan dan mimpi masyarakat seakan telah didepan mata ketika team verifikasi datang untuk melihat usulan jembatan yang menjadi akses jalan utama. namun mimpi itu akan terkubur perlahan karena melihat kenyataan anggaran PNPM Mandiri untuk kecamatan leles sangat jauh dari harapan, dengan anggaran yang sedikit sangat tidak mungkin untuk mendanai puluhan kilometer dan puluhan jembatan di 12 desa di kecamatan leles, entah apa yang menjadi sebab? padahal kalo dihitung menurut statistik kependudukan RTM (Rumah Tangga Miskin)  di kecamatan masih banyak dan puluhan kilometer jalan,puluhan jembatan yang ruksak berat. 
    Semoga dengan semangat pemberdayaan Kecamatan Leles bisa lebih mandiri dan mampu menjadi PNPM yang bisa memberikan senyuman untuk warga. 

    Pada tahun ini, tahapan program fisik hampir 100% bahkan untuk beberapa desa sudah 100%, seperti desa pusakasari,sirnasari,sukajaya,purabaya,mandalawangi, sementara untuk beberapa desa masih terkendala masalah cuaca, yang saat ini cuacanya tidak menentu, jumlah dana yang sudah terserap untuk desa sekitar 890juta rupiah baik itu untuk fisik maupun untuk SPP.


Top